(wartaislam.com) Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengevaluasi fungsi dan efektifitas keberadaannya di lembaga sensor film.
Sebab, keberadaan MUI saat ini dinilai kurang berpengaruh dalam menentukan layak atau tidaknya film untuk beredar di masyarakat.
"Kita sedang melakukan evaluasi seberapa efektif. Kalau tidak efektif, buat apa keberadaan MUI," ujar Ketua MUI Maruf Amin disela workshop 'Sertifikasi Halal Minuman Non Alkohol' di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa (9/3/2010).
Walau begitu, kata Maruf, MUI tetap akan melakukan pemantauan pada film-film yang dinilai berbau horor dan pornografi. "Yang berdampak negatif di tengah masyarakat, kita minta dicekal," katanya.
Saat ini, banyak film-film horor dan pornografi yang lolos sensor dan beredar di tengah masyarakat. Hal ini dikatakan Maruf, sistem yang berlaku di lembaga sensor kurang baik.
Sehingga, banyak film yang tidak layak sensor beredar di tengah masyarakat. "Kita sangat menyayangkan yang lolos sensor, tapi menimbulkan protes di tengah masyarakat. Kita minta lembaga sensor memperbaiki diri," ucapnya.
Seperti diketahui, film terakhir yang beraliran pornografi dan horor adalah berjudul Hantu Puncak Datang Bulan.
Dalam trailer film itu bahkan menampilkan adegan artis Andi Soraya yang tidak mengenakan busana bagian atas alias topless. Bahkan ada bagian lain yang memperlihatkan adegan bermesraan dengan hanya mengenakan pakaian dalam saja.
sumber : vivanews
foto : antara

0 komentar:
Poskan Komentar